‘The Games War’ Antara Facebook dan Google+



Salah satu alasan orang untuk kembali lagi menggunakan Facebook, tidak ayal lagi adalah Games. Permainan yang akhirnya membuat salah satu developernya seperti Zynga meroket. Kini, situs jejaring sosial yang disebut sebagai saingan Facebook, Google+ melancarkan aksi serupa. Sejak 11 Agustus 2011 lalu, Google+ resmi meluncurkan fitur games. Bagaimana performa dan aksinya? Mampukah menghambat pertumbuhan games di Facebook?

Courtesy of Flickr/bruceclay
Awal Google+
Rilis pada tanggal 28 Juni 2011, Google+ atau yang biasa disebut G+ awalnya hanya menyediakan 150 undangan peranggotanya untuk dibagikan kepada rekan serta relasi mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas untuk mencicipi situs jejaring keluaran Google ini. Baru pada tanggal 20 September lalu, Google+ akhirnya resmi dibuka bagi publik untuk membuat akun mereka tanpa menggunakan undangan, namun tetap dengan batas usia 18 tahun ke atas. Hingga saat ini Google masih melakukan serangkaian tes agar fiturnya aman digunakan bagi mereka yang berusia di atas 13 tahun untuk segera memperbolehkan mereka bergabung dengan Google+.








Courtesy of GoogleImages/blog.games.com
Tombol Google+ Games
Berbeda dengan permainan di Facebook, Google+ Games memiliki tombol tersendiri. Di sini, semua hal yang berhubungan dengan permainan dipisahkan dari notifikasi di halaman utama. Daftar semua permainan yang tersedia, notifikasi serta permainan yang baru saja dimainkan tersedia di sana. Hal ini bisa disebut menguntungkan, karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak orang (seperti saya) yang membuka Facebook kini hanya untuk bermain game, dan mereka tidak ingin melihat notifikasi game mereka bercampur dengan notifikasi mengenai aktivitas teman mereka seperti mengunggah foto, misalnya.  “Your stream will remain focused on conversations with the people you care about.” seru Gundotra, Senior Vice President of Engineering for Google dalam blog resmi Google.






Courtesy of GoogleImages/enethrie
Perang Harga
Saat ini Google+ baru menyediakan 18 permainan dari 10 developer, sementara Facebook telah memiliki aplikasi permainan yang dikembangkan oleh lebih dari 190 negara. Untuk menyiasati hal ini, Google+ mengenakan biaya sebesar hanya 5% komisi untuk Google+ Games. Bandingkan dengan Facebook yang menarik biaya sebesar 30% untuk setiap transaksi yang dilakukan menggunakan Facebook Credits Virtual Currency. Besaran 5% ini pastinya hanya sementara, dan menurut Punit Soni dari VentureBeat, "Google doesn’t yet know when the promotion will end or what the company will charge developers on a regular basis, but I’m willing to bet that Google will keep its price significantly under the 30 percent mark." Hal ini bisa dipastikan menarik bagi para developer, apalagi, pengguna Google+ sudah diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.




Sepertinya genderang perang antara Google+ dan Facebook mulai membahana. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah kamu telah mencoba fitur Games tersebut? Kira-kira, permainan apa yang seharusnya dimuat dalam Google+? (fa/dbs)



Comments

Popular posts from this blog

Gempuran Voucher Diskon

This, is Lumia 920