Kenapa Gue #SwitchToLumia?




Yes, I #SwitchToLumia. 

Banyak orang terdekat yang masih nanya kenapa gue beli Lumia. Spesifik lagi, kenapa Nokia? Jawaban gue cuman, "Kenapa enggak?"

Dari segi desain, gue memang udah jatuh hati sejak desain ini dipake di N9. Bodi Polycarbonate unibodi juga nyaman di tangan gue. Apalagi touchscreennya yang menurut beberapa orang teman, empuk & pulen. Beberapa lainnya juga bilang warna hitamnya lebih 'dalem' bahkan dibandingkan dari iPhone 5 milik mereka. Gue sendiri, kemaren sempat berhenti di pinggir jalan karena nggak nyangka kalau kameranya memang sebagus itu saat kondisi kurang cahaya, tanpa blitz. Padahal sejak punya ponsel berkamera, gue nggak terlalu peduli akan fotografi ponsel. Tapi sejak pake Lumia 920 ini, jadi sering ambil foto terutama Close-up :)).

Beberapa sahabat yang sekarang pake Android 'menuduh' gue sebagai pengkhianat karena beralih ke Windows Phone :))). Karena, bisa dibilang pada awal mereka pake Android, gue 'nuntun' mereka hingga akhirnya sekarang udah ngerti gimana caranya pake (PS: Fikri_Aul, echi_regar, andy_ayyoub, muti, nyimas, dyna, sampe ke aldi ahahak). Dari iseng-iseng pake aplikasi yang sama biar tahu gimana enaknya, sampe berbagi aplikasi gratis. Satu hal yang pasti, kalaupun ponsel Samsung Android gue nggak hilang, gue pasti akan ganti ke Lumia sih, despite of the design. Ya, ya, aplikasi yang ada di Store memang nggak sebanyak aplikasi yang tersedia di Play Store atau di Apple Store, tapi gue berfikir, 'Apa aplikasi sebanyak itu akan lo pake semua? Kan nggak." Ya, pilihan. Semakin banyak aplikasi tersedia, berarti kita sebagai konsumen diberi banyak pilihan untuk sebuah aplikasi. Aplikasi yang membuat elo sebagai konsumen merasa nyaman dan merasa diri lo dimudahkan dan dimengerti apa yang lo mau dari suatu aplikasi. Intinya sih kenyamanan. Kalo gue lebih nyaman pake TweetDeck lalu lo lebih nyaman pake HootSuite, why bother? Hingga akhirnya gue nggak merasa nyaman dengan Android lalu pilih WiPo, that's my choice. Mungkin suatu waktu nanti gue akan pindah lagi ke Android, atau mungkin Symbian, atau bisa saja ke BlackBerry, who knows, and who cares? Petinggi Google aja bisa pindah ke Yahoo :P. Oh, apalagi beberapa waktu lalu, Pras sempet memamerkan Android Jelly Bean di Nexus 7-nya, ahak!




Ada juga yang tanya kenapa gue nggak pilih iPhone. iPhone sempat bikin gue terpikat, yaitu saat rilis iPhone 4. Bodinya aluminium, silver, mengilap, gue suka. Tapi sayang, saat digenggam gue nggak merasakan kenyamanan yang gue mau. Tepinya terlalu pointed walaupun nggak bikin sakit telapak tangan. Dan saat iPhone 5 keluar, I am not that enthusiast anymore. Sori ya, Koko juga chucky_likey :D
Salah satu teman kantor bahkan nanya, "Kok lo berani sih beli Nokia? Nokia kan sekarang udah nggak terlalu hype lagi." Well, ponsel pertama gue Nokia. Dan sepanjang pengetahuan gue soal Nokia, pada awalnya mereka lebih mementingkan hardware daripada software. Itu sebabnya ponsel Nokia tahan lama, tapi tidak membangun infrastruktur untuk aplikasi yang kuat. Sehingga banyak orang yang membutuhkan aplikasi beralih ke OS lain karena lebih memberikan banyak pilihan. Dan Nokia pun ambruk. PS. gue pake ponsel karena gue mau, bukan karena lagi hype. Demikian. :))

Tapi sekarang, ngeliat usaha Microsoft yang mengembangkan aplikasi, juga Nokia yang membuat hardware semakin serius membuat gue berfikir, "Why I don't give a shot?" Toh gue bisa dapet ponsel dengan desain idaman gue yang ternyata amat sangat nyaman di genggaman. Windows Phone 8 sendiri so far belum bikin gue kecewa. Berawal dari Windows Phone 7.5 yang mulai gue pake sejak tanggal 20 Oktober, kemudian beralih ke Windows Phone 8 mulai 21 Desember sampe sekarang.

Pada akhirnya, it's about choice. And at this point, I choose to #SwitchToLumia.




Comments

Popular posts from this blog

Gempuran Voucher Diskon

This, is Lumia 920