Convenient of the Convenience Store




Macet saat pulang kantor atau pulang kampus/sekolah? Beberapa orang akan mampir sejenak di pusat perbelanjaan atau kafe. Sisanya biasa mampir ke convenience store terdekat hanya untuk melepas lelah. Lalu, have you wondering apa bedanya convenience store dengan mini market? Lalu, darimana awalnya muncul convenience store ini?

Courtesy of arich08.wordpress.com
Menurut situs National Association of Convenience Stores (NACS), ada sejarah berdirinya convenience store pertama di Amerika. Pada bulan Mei tahun 1927 di pojokan jalan 12th and Edgefield Street, Dallas, Texas, terdapat sebuah toko es krim bernama Southland Ice Dock yang dijalankan oleh Jefferson Green atau biasa dipanggil Uncle Johnny. Saat itu, ia menyadari bahwa orang-orang membutuhkan kebutuhan dasar seperti roti, telur dan susu setelah toko kelontong tutup. Atas dasar kebutuhan tersebut, ia mulai menjual barang-barang tersebut dan membuka tokonya hingga larut malam.

Setelah Perang Dunia ke-II, bersamaan dengan munculnya ide 'American Dream', semakin banyak keluarga di Amerika yang memiliki mobil dan tinggal di pinggiran kota, yang pastinya hidup jauh dari pusat perbelanjaan atau toko kelontong. Dari sanalah, convenience store mulai hadir. Karena perkembangan yang cukup pesat itulah, The Southland Ice Company mengganti nama mereka menjadi 7-Eleven, Inc.

Sejak tahun 1950-an, convenience store ini akhirnya tumbuh tidak hanya menjadi sebuah mini market, tetapi juga menjual bahan bakar (pom bensin) atau berada di pojokan jalan. Dan sekarang, hampir di seluruh dunia bisa ditemukan berbagai nama dan konsep convenience store walau hanya untuk membeli barang-barang keperluan sehari-hari.

Asal tahu saja, biasanya barang-barang yang dijual di convenience store ini memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan supermarket yang ada. Alasannya, karena mereka menawarkan service lokasi yang ada dimana-mana serta antrian kasir yang tidak panjang, tapi harus diingat tidak semua barang yang dijual di supermarket ada di sini.

Courtesy of chisholmsofayrdeli.com
Beda negara, berbeda juga treatment yang mereka berikan ke pelanggan. Di negara-negara Eropa misalnya, convenience store di sana banyak yang menjual Deli; yaitu makanan yang membutuhkan persiapan dan permintaan khusus, misalnya roti sandwiches isi daging ham dengan acar timun tanpa mustard >_< . Beberapa toko lainnya bahkan menjual roti atau donat yang diantar oleh penjual roti atau donat setempat untuk dijual di sana.

Sementara kalau di Amerika, selain menjual bahan pangan convenience store biasanya menjual tiket kereta api atau mendirikan jasa layanan kantor pos serta pom bensin. Tidak sedikit pula yang menjual minuman beralkohol.

Lain lagi di Asia. Di negara-negara Asia, convenience store lebih banyak menjual makanan jadi. Alasannya sederhana, karena populasi yang padat. Dan karena alasan tersebut, convenience store banyak ditemukan di stasiun kereta api atau bisa berdiri sebagai toko. Convenience store biasanya juga menjual surat kabar atau majalah namun dengan variasi yang lebih sedikit.

Tapi kalau di Indonesia, minimart/minimarket yang sudah banyak beredar hingga ke ujung gang (Indomaret, Alfamart, Yomart, Starmart, dll) sepertinya tidak pas apabila disebut sebagai convenience store. Beberapa alasannya antara lain; convenience store memiliki dua area di dalamnya yaitu area sales dan non-sales. Area sales digunakan untuk menampilkan segala macam produk yang dijual dari makanan hingga surat kabar sementara area non-sales yang biasanya berukuran 180m² dari total luas suatu store digunakan sebagai sitting area atau financial service (tempat penukaran atau mengirimkan uang). Selain itu, convenience store memiliki microwave atau mesin penghangat lain untuk menghangatkan makanan siap saji yang mereka jual seperti sandwich, burger, onigiri (nasi kepal), bento (nasi kotak), atau minuman panas dan dingin.

Hingga saat ini ada beberapa convenience store ternama yang terdapat di Indonesia seperti:


Courtesy of images.all-free-download.com
ampm adalah jaringan convenience store yang berada dimiliki oleh BP America Inc, anak perusahaan dari BP, perusahaan minyak dan gas dari Inggris yang diakuisisi oleh Atlantic Richfield Company (ARCO) pada tahun 2000 lalu. Di Amerika sendiri, gerai ampm biasanya terdapat di stasiun pengisi bahan bakar milik ARCO atau BP.

Pada tahun 2008, convenience store dengan nama BP Connect mengganti nama dagang mereka menjadi ampm yang membuat merk tersebut juga berada di bawah ARCO. Kemudian pada bulan Agustus di tahun yang sama, BP mengumumkan untuk menjual ritel mereka di Orlando ke Medallion Convenience store. Pergantian kepemilikan mulai diperbincangkan sejak November 2008.

Sementara itu pada tahun 2009, FamilyMart mengumumkan pengakuisisian mereka terhadap merk dagang ampm yang akhirnya merubah semua retail ampm menjadi FamilyMart khusus untuk wilayah Jepang.


Courtesy of oc-redcross.org
Adalah seorang pengusaha bernama Fred Hervey yang membeli tiga buah toko bernama Kay's Food Store di El Paso, Texas pada tahun 1951 yang kemudian merubah nama ketiga toko tersebut menjadi Circle K. Circle K akhirnya semakin besar setelah mengakuisisi banyak jaringan ritel selama beberapa dekade.

Namun, bukan berarti gerai dengan logo huruf K merah ini melaju tanpa hambatan. Circle K sempat mengalami masa sulit pada akhir tahun 1980-an karena perekonomian Amerika yang menurun dan Circle K pun sempat mengalami kebangkrutan hingga menutup dan menjual beberapa gerai mereka. Barulah pada tahun 1993, Investcorp menyelamatkan Circle K dari kebangkrutan.

Circle K akhirnya diakuisisi oleh Tosco Corporation pada tahun 1996. Kemudian pada tahun 2001, Phillips Petroleum membeli Tosco dan merjer dengan Conoco pada tahun 2002 untuk membentuk ConocoPhillips, hingga pada tahun 2003, Alimentation Couche-Tard membeli Circle K dan hingga kini memiliki dan mengoperasikan merk dagang Circle K. 

Di Indonesia sendiri, Circle K kali pertama mendirikan gerai di Jalan Panglima Polim pada tahun 1986. Hingga saat ini, Circle K merupakan convenience store dengan gerai terbanyak di indonesia. Sekedar informasi di Hong Kong, Circle K disebut 'O.K.' sementara di Taiwan mereka menyebutnya ‘OK Mart’. Salah satu teman bahkan pernah menyebutnya ‘Red K’. :P


Courtesy of yourlogoresources.com
Seperti yang telah dijelaskan di atas, 7-Eleven awalnya merupakan sebuah toko es krim di sebuah pojokan jalan yang berkembang hingga seperti sekarang. Namun siapa yang tahu kalau pada tahun 1980-an, perusahaan ini mengalami masalah keuangan yang pelik. 7-Eleven akhirnya dibeli oleh Ito-Yokado, sebuah merchandise store dari Jepang. Lalu pada awal tahun 1990-an, Ito-Yokado membentuk Seven & I Holdings Co. dan 7-Eleven menjadi anak perusahannya mulai tahun 2005.

7-Eleven sendiri mulai membuka gerai pertama di Indonesia melalui perjanjian Modern Putra Indonesia (anak perusahaan dari Modern Group, distributor FujiFilm di Indonesia) sebagai Master Franchise. Kemudian pada bulan Mei 2010, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa mereka akan mengawasi perluasan 7-Eleven karena ijin usaha mereka adalah convenience store, bukan mini market dan FYI, hukum Indonesia membatasi kepemilikan mini market yang hanya boleh dimiliki oleh perusahaan lokal.


Courtesy of anterras.net
Berawal dari tahun 1939, seorang pemilik perusahaan pemerah susu sapi bernama J.J. Lawson membuka toko pertamanya di Broad Street, Ohio untuk menjual susu sapi hasil perahannya. The Lawson's Milk Company akhirnya berkembang menjadi sebuah toko waralaba yang berpusat di Ohio. Pada tahun 1959, perusahaan ini dibeli oleh Consolidated Foods yang berganti nama menjadi Sara Lee pada tahun 1985.

Pada saat yang sama, toko-toko Lawson di Amerika dijual kepada Dairy Mart dan mengganti nama gerai Lawson menjadi Dairy Mart. Kemudian pada tahun 2002, Alimentation Couche-Tard membeli aset serta nama dagang Dairy Mart dan mengganti nama toko serta nama dagang Lawson menjadi Circle K.

Sementara itu pada tahun 1974 , Consolidated membuat perjanjian dengan Daiei untuk membuka toko Lawson pertama di Jepang. Dan pada tanggal 15 April 1975, dibentuklah Daiei Lawson Co. Ltd sebagai anak perusahaan Daiei, Inc dan toko pertama Lawson dibuka di Sakurazuka, Toyonaka, Osaka Prefecture pada bulan Juni 1975.

Awalnya, Lawson adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Daiei hingga pada tahun 2001, Mitsubishi Corporation menjadi pemegang saham utama Daiei. Karena dimiliki oleh perusahaan Jepang dan berkembang pesat di Jepang, barang-barang yang dijual di Lawson pun banyak yang 'berbau' Jepang.

Lawson sendiri membuka gerai pertamanya di Indonesia pada bulan Agustus 2011 silam di daerah kemang. Merupakan gerai ekspansi kedua di luar Jeang setelah Cina, Lawson masuk ke Indonesia dengan menggandeng PT. Midi Utama Indonesia selaku pengelola jaringan ritel Alfa Midi dan Alfa Ekspress.


Jadi, siap merapat ke convenience store terdekat? :D



Comments

Good info, Ada rencana Indomaret juga ga mau ketinggalan menjadi convenience store bisa jadi saingannya 7eleven nih ;-)
silahkan baca : http://us.finance.detik.com/read/2012/01/30/152514/1829546/4/saingi-7-eleven-indomaret-ekspansi-100-convenience-store

Tapi gimana ya nasib para pemilik warung2 yang ada disekitarnya?

Popular posts from this blog

Gempuran Voucher Diskon

This, is Lumia 920